Senin, 23 Maret 2015

percobaan pembuatan pelangi

LAPORAN PERCOBAAN PEMBUATAN PELANGI

TUJUAN
Untuk membuktikan adanya pengaruh perbedaan konsentrasi larutan.

DASAR TEORI
Massa jenis atau berat jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi ) akan memiliki volume yang lebih rendah dari pada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg/m3).
Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat padat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan suatu zat berapapun massanya, volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.
Dengan : ρ adalah massa jenis
m adalah massa
v adalah volume

Satuan massa jenis dalam CGS (centi-gram-sekon) adalah geram percentimeter kubik (g/cm3) 1 g/cm3 = 1000 kg/m3. Massa jenis air murni adalah 1 g/cm3 atau sama dengan 1000 kg/m3 .
Bobot jenis merupakan suatu jenis karakteristik yang digunakan dalam pengujian identitas dan kemurnian bahan oat dan bahan pembantu khusunya sifat cairan dan zat yang berjenis malam. Penentuan berat jenis dilakukan dengan piknometer, aerometer, timbangan hidrostatik(timbangan Morh-Westpal) dan cara manometrik.

Penggunaan Berat Jenis.

Berat jenis dapat digunakan dalam berbagai hal untuk menentukan suatu zat antara lain:
• Menentukan kemurnian suatu zat.
• Mengenal keaadaan zat.
• Menunjukan kepekaan larutan.
Selain karena angkanya yang mudah diingat dan mudah dipakai untuk menghitung massa jenis air dipakai perbandingan untuk rumus ke-2 menghitung massa jenis atau dinamakan massa jenis relative. Rumus massa jenis relative = massa bahan / massa air yang volumenya sama.
Dalam beberapa khasus massa jenis dinyatakan sebagai specific gravity atau massa jenis relatif. Umumnya digunakan untuk menyatakan massa jenis beberapa zat seperti air dan udara. Zat cair memiliki sifat-sifat yang unik berbeda dengan jenis zat cair yang lain. Dibawah ini merupakan penjelasan dasar mengenai hukum Archimedes pada pelajaran fisika.

Bunyi Hukum Archimedes
Benda yang dicelupkan atau dimasukan sebagian atau seluruhnya kedalam suatu cairan akan mendapatkan gaya keatas sebesar zat cair yang yang didesak oleh benda yang dicelupkan atau dimasukan tadi.
Air termasuk salah satu zat cair, beberapa benda padat jika dimasukan kedalam air akan mengalami peristiwa yang berbeda-beda, diantaranya:
a.       Tenggelam.
Benda dikatakan tenggelam jika benda tersebut turun sampai ke dasar air karena berat jenis benda lebih besar dari berat jenis air. Seperti batu,besi dan tanah.
b.      Terapung.
Benda dikatakan terapung jika benda itu berada diatas permukaan air karena berat jenis lebih kecil daripada berat jenis air. Seperti gabus,kayu, kapal laut.
c.       Melayang
Benda dikatakan melayang. Jika benda itu berada diantara permukaan dan dasar air karena berat jenis benda sama dengan berat jenis air. Seperti kapal selam, penyelam dan telur ayam yang melayang dalam air garam.

ALAT DAN BAHAN
1.      Gelas plastik.
2.      Garam.
3.      Zat Pewarna.
4.      Air
5.      Pengaduk.
CARA KERJA
1.      Gelas 1 : isi 45 ml air + 1 sendok (15 gr) makan garam, aduk hingga larut
2.      Gelas 2 : isi 45 ml air + 2 sendok (30 gr) makan garam, aduk hingga larut
3.      Gelas 3 : isi 45 ml air + 3 sendok (45 gr) makan garam, aduk hingga larut
4.      Jika gula sudah larut dalam ke-# gelas, tambahkan 2-3 tetes pewarna makanan : gelas 1 : merah, gelas 2 : kuning, gelas 3 : hijau.
5.      Siapkan 1 gelas bening yang kosong, tuangkan larutan garam hijaudari gelas #.
6.      Lanjutkan menuangkan larutan garam kuning dari gelas 2 di atas larutan garam hijau dengan hati-hati. Caranya dengan meletakkan sendok ke dalam gelas tepat di atas larutan hijau. Tuangkan larutan kuning ke sendok, tuangkan di atas larutan hijau, begitu seterusnya sampai larutan kuning tertuang semua.
7.      Tuangkan larutan garam merah di atas larutan garam kuning. Lalu amati !
HASIL PERCOBAAN
Setelah percobaan selesai, terlihat bahwa antar larutan warna merah, kuning dan hijau dalam gelas ukur bening tidak saling bercampur satu sama lain dan membentuk lapisan berwarna pelangi stabil.


KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari percoban membuat pelangi adalah adanya tingkatan lapisan (Yang di tunjukan dengan warna pelangi) yang disebabkan oleh perbedaan massa yang meliputi volume dan kerapatan / tingkat kepekatan dari masing-masing larutan.

Larutan warna hijau adalah larutan yang massa jenisnya paling berat dibadingkan dengan kedua larutan diatasnya, sedangkan larutan yang berwarna merah merupakan larutan yang masssa jenisnya paling ringan dibandingkan larutan berwarna hijau dan kuning.


KEFIR

kali ini adalah laporan praktikum dari jurusan peternakan , yaitu tentang "kefir". laporan ini saya ambil dari data teman kos saya "titik". terimakasih karena sudah mengijimkan saya untuk membagikan data dari laporannya ini .


KEFIR

A.  Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Susu merupakan suatu emulsi lemak dalam air yang mengandung beberapa senyawa terlarut. Agar lemak dan air dalam susu tidak mudah terpisah, maka  protein susu bertindak sebagai emulsifier (zat pengemulsi). Kandungan air di dalam susu sangat tinggi, yaitu sekitar 87,5%, dengan kandungan gula susu (laktosa) sekitar 5%, protein sekitar 3,5%, dan lemak sekitar 3-4%. Susu juga merupakan sumber kalsium, fosfor, dan vitamin A yang sangat baik. Mutu protein susu sepadan nilainya dengan protein daging dan telur, dan  terutama sangat kaya akan lisin, yaitu salah satu asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh.
Susunormal berwarnaputihkekuningan.Variasiwarnapadasusudisebabkankarenaadanyaperbedaanpakan yang diberikanpadasapidankarenafaktor keturunan. Cita rasa agakmanispadasusuberasaldarilaktosa, sedangkan rasa asindariklorida. Penggumpalanmerupakansifat yang paling khaspadasusu, yang diakibatkankegiatanenzimataupenambahanasam. Penggumpalansusubiasanyadisebabkankarenakerjaenzimproteolitik.
Fermentasi merupakan bentuk tertua dari bioteknologi Minuman beralkohol (bir, anggur, tuak), Makanan terfermentasi (keju, yoghurt, tape, tempe, petis, terasi, kefir). Orang Somaria dan Babilon kuno sudah minum bir sejak 6000 th sebelum masehi. Orang Mesir sdh membuat adonan Kue Asam sejak th 4000 sebelum masehi. Di Eropa, minuman anggur sudah dikenal jauh dimasa lalu dengan proses fermentasi Perkembangan Bioteknologi Jaman sebelum Louis Pasteur. Tujuan Fermentasi adalah untuk menghasilkan suatu produk (bahan pakan) yang mempunyai kandungan nutrisi, tekstur, biological availability yang lebih baik, disamping itu juga menurunkan zat anti nutrisinya
2.      Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum telur asin ini agar praktikan dapat menjelaskan pengertian kefir, melakukan pembuatan kefir, dan melakukan uji kualitas kefir yang dihasilkan dengan produk kefir komersil.
3.      Waktu dan TempatPraktikum
Praktikum Kefir dilaksanakan pada hariKamis, 23 Oktober 2014 pukul 13.25–15.10 WIBdi Laboratorium Industri Pengolahan Hasil Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas MaretSurakarta yang dilaksanakan.
B.  Tinjauan Pustaka
Kefir adalah produk susu yang berasal dari pegunungan Kaukasia. Bibit kefir berasal daribakteri asam laktat dan khamir (Lactobacillus lactis dan Lactobacillus kefiranofaciens). Lactobacillus kefiranofaciens ini yang menyebabkan penggumpalansehingga kefir menjadi kental. Berdasarkan kadar lemaknya, yoghurt dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu yoghurt berlemak penuh (kadar lemak lebih dari 3%), yoghurt setengah berlemak(kadar lemak 0,5-3,0%) dan yoghurt berlemak rendah ( lemak kurang dari 0,5%).Selain jenis diatas, yoghurtjuga ada yang terbuat dari susu kambing, susu skimsaja dan dengan berbagai macam bentuk, ada yang dalam bentuk semi solid maupundalam bentuk cair (Usmiati, 2007).
Secara tradisional kefir dibuat denganmenggunakan bahan baku berupa susuhewani. Namun dengan semakin sedikitnyaketersediaan susu hewani serta harga yangrelatif mahal, maka perlu dilakukan alternatif bahan baku dalam pembuatankefir yaitu dengan susu nabati. Kacang-kacangan telah digunakan sebagai bahandasar untuk membuat susu yang dikenaldengan susu nabati. Susu kacang jugamengandung asam amino sangat tinggi,hampir setara dengan kandungan proteinsusu hewani serta harganya yang relatifmurah, sehingga dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti susu hewanidalam fermentasi (Misgyarta, 2004)
Susu fermentasi merupakan salah satu diversifikasi olahan susu yang dihasilkan dengan cara memfermentasi susu segar oleh aktivitas mikroorganisme yang cocok dan menghasilkan penurunan pH dengan atau tanpa koagulasi.  Bakteri berperan menghasilkan asam laktat dankomponen  flavor, sedangkan ragi menghasilkan gas asam arang atau karbon dioksida dan sedikit alkohol.  Itulah sebabnya rasa kefir di samping asam juga sedikit ada rasa alkohol dan soda, yang membuat rasa lebih segar, dan kombinasi karbon dioksida dan alkohol menghasilkan buih yang menciptakan karakter mendesis pada produk (Surono, 2004).
Nilai pH sangat berkaitan dengan kadar asam yang dihasilkan. Peningkatan kadar asam dan penurunan pH pada fermentasi susu dengan kultur bakteri asam laktat sudah terlihat selama inkubasi 24 jam. Proses fermentasi akan mengubah laktosa dalam susu menjadi glukosa dan galaktosa oleh aktivitas kultur starter  sehingga akan mengurangi gangguan pencernaan bila mengonsumsinya. Produk susu fermentasi dibedakan berdasarkan jenis bakteri asam laktatnya. Bakteri asam laktat akan menghidrolisis laktosa  yang di dalam susu menjadi berbagai macam senyawa karbohidrat lebih sederhana. Proses fermentasi mengakibatkan aktivitas mikroba meningkat, penurunan pH, dan peningkatan kadar asam dalam produk fermentasi (Adesokan et al.,2011)
C.  Materi dan Metode
1.      Materi
a.       Telur Asin
1)      Alat
a)   Botol
b)   Panci
c)   Kompor
d)  Ph meter
e)   Gelas kimia
f)     Thermometer
2)      Bahan
a)   Susu seger 100 ml
b)   Stater kefir 5 gram Sacharomycges kefir dan Torula kefir

2.      Metode
a.    Menyiapkan susu segar 100 ml
b.    Memasteurisasi susu pada suhu 85˚C selama 1 menit
c.    Mendinginkan (thawing)
d.   Memasukkan stater kefir
e.    Mengaduk semua bahan secara perlahan-lahan hingga merata
f.     Menutupi hasil adukan dengan kain kasa selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam
g.    Setelah dibiarkan lalu di uji pH dan keasamaannya
h.    Memasteurisasi susu pada suhu 85˚C selama 30 menit
i.      Mendinginkan sampai suhu 42˚C
j.      Menginokulasi bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus
k.    Menginkubasi susu pada suhu 45˚C selama 5 sampai 6 jam dengan pH 4 sampai 5
l.      Melakukan pengujian (uji pH, uji organoleptik, uji derajat keasaman)
D.  Hasil Pengamatan dan Pembahasan
1.      PengujianKefir
a.       Hasil Pengamatan
Tabel 10. Uji Nilai pH
No
Nama sampel
Pengukuran 1
Pengukuran 2
Pengukuran 3
Rata-rata
1
Kefir (hari ke-2)
4,2
4,2
4,2
4,2
Sumber: Laporan Sementara Teknologi Pengolahan Hasil Ternak 2014






Tabel 11. Uji Organoleptik              
Parameter
Hasil praktikum
Rasa
Asam
Tekstur
Cair
Aroma
Susu
Warna
Putih
Penerimaan secara keseluruhan
Tidak suka
Sumber: Laporan Praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak 2014
2.      Pembahasan

a.       Uji Nilai pH
Menurut Adesokan et al., (2011) nilai pH sangat berkaitan dengan kadar asam yang dihasilkan. Peningkatan kadar asam dan penurunan pH pada fermentasi susu dengan kultur bakteri asam laktat sudah terlihat selama inkubasi 24 jam. Proses fermentasi akan mengubah laktosa dalam susu menjadi glukosa dan galaktosa oleh aktivitas kultur starter  sehingga akan mengurangi gangguan pencernaan bila mengonsumsinya. Penyataan Adesokan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pembuatan kefir yang benar akan terlihat jelas perbedaan nilai pH sebelum dan sesudah di inkubasi.
Berdasarkan hasil praktikum yang kami peroleh dari hari pertama pengukuran kefir nilai pH 4,2. Pengukuran hari kedua 4,2 serta pengukuran hari ketiga nilai pH masih sama dengan hari kedua dan hari pertama yaitu 4,2 dan dengan rata-rata nilai pH kefir kelompok kami 4,2. Rata-rata normal nilai pH untuk kefir adalah 4 sampai 5, dan kelompok kami telah mencapai rata-rata normal pH untuk kefir.
b.      Uji Organoleptik
Menurut Fanworth (2005) menyatakan bahwa kefir  berbentuk seperti sekumpulan kembang kol kecil, ukuran panjang sekitar 1-3 cm, berbentuk bulat-bulat (lobus) tidak beraturan dengan warna putih atau putih kekuningan dan memiliki tekstur yang berlendir tapi  kenyal. Biji kefir ini harus dipelihara agar tetap hidup dan tumbuh dengan cara memindahkan ke dalam susu segar setiap hari dan membiarkannya tumbuh sekitar 20 jam, selama waktu  tersebut massa biji kefir akan berkembang 25% lebih banyak. Beda halnya dengan kelompok kami, hasil uji kami menyatakan bahwa kefir kami berwarna putih dan tidak terlalu kenyal.
Kemungkinan dalam praktikum pembuatan kefir ini kami melakukan beberapa kesalahan. Kesalahan tersebut dapat dari waktu menginokulasi yang kelewatan lama, mempasteurisasi susu yang terlalu lama atau juga dapat dari pengadukan yang tidak merata sehingga kefirnya menjadi tidak sempurna. Mungkin juga dapat dari alat praktikum yang kurang steril jadi masih terdapat mikrobia-mikrobia perusak kefir.
E.  Kesimpulan dan Saran
1.      Kesimpulan
Kesimpulan dari kelompok kami untuk praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak antara lain :
a.    Susu merupakan suatu emulsi lemak dalam air yang mengandung beberapa senyawa terlarut.
b.    Susu normal berwarna putih kekuningan.Variasi warna pada susu disebabkan karena adanya perbedaan pakan yang diberikan pada sapi dan karena faktor keturunan.
c.    Mutu protein susu sepadan nilainya dengan protein daging dan telur, dan  terutama sangat kaya akan lisin, yaitu salah satu asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh.
d.   Peningkatan kadar asam dan penurunan pH pada fermentasi susu dengan kultur bakteri asam laktat sudah terlihat selama inkubasi 24 jam.
2.      Saran
Saran dari kelompok kami untuk praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak kedepannya antara lain :
a.    Kedisiplinan dalam melaksanakan praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak lebih diperhatikan oleh Praktikan maupun Asisten sehingga praktikum dapat berjalan dengan baik.
b.    Keaktifan tiap-tiap anggota kelompok praktikan sangat diperlukan baik dalam melakukan praktikum maupun bertanya sehingga dapat melaksanakan praktikum dengan baik.
c.    Penyediaan alat dan bahan yang memadai sehingga praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Ternak dapat berjalan dengan seharusnya tanpa ada gangguan dikarenakan alat atau bahan yang terbatas.
d.   Kami berharap untuk anggota kelompok yang tidak bekerja dengan benar, juga dapat hukuman yang sesuai